Senin, 08 Oktober 2018

Prestasi Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris IAIN Palangkaraya dari tahun ke tahun



NO
Nama
Tahun
Prestasi
1
Muhammad Rudi Taufan
2018
Runner Up pada ajang Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Kalimantan Tengah
2
Ahmad Rusda Yanto
2018
3
Noer Zalida Putri
2018
Lolos seleksi untuk Belajar di University of Hawaii, Amerika Serikat melalui Program YSEALI 
4
Beberapa Mahasiswa
2017
Mahasiswa Prodi TBI menjadi Peserta dan Speaker pada Seminar Internasional The 5TH ELITE International Conference di UIN Semarang 
5
Zahra
2017
Peraih No 2 bidang Penulisan Essay untuk Kalangan Mahasiswa pada Festifal Literasi Komunitas Baca, Balai Bahasa Provinsi Kalteng 
6
Beberapa Mahasiswa
2017
Mahasiswa Prodi Tadris Bahasa Inggris Banjiri Prestasi pada Pekan Kreativitas Mahasiswa IAIN Palangka Raya 
7
Raudatul Jannah
2017
Sebagai Putri Pariwisata Persahabatan Kota Palangka Raya 2017 
8
Muhammad Takdir
2017
Berhasil lolos dalam seleksi mewakili Provinsi Kalimantan Tengah, dalam kegiatan AIYEP (Australia Indonesian Youth Exchange Program). 
9
Muhammad Takdir
2016
Juara 1 Tingkat Nasional pada Pentas Seni Pemuda Nusantara dan Juara 3 pada Pawai Pemuda Nusantara Pada Jambore Pemuda Indonesia (JPI). 
10
Muhammad Boy Solihin
2016
Juara 1 Tingkat Nasional pada Pentas Seni Pemuda Nusantara dan Juara 3 pada Pawai Pemuda Nusantara Pada Jambore Pemuda Indonesia (JPI). 
11
Muhammad Sandy Alfath
2016
Perwakilan Indonesia Acara International Symposium OISAA 2016 di Auditorium Muhammad Abduh Al Azhar University, Kairo, Mesir
rnational Conference di IAIN Pontianak Kalbar The First BUAF (Borneo Undergraduate Academic Forum 
13
Zainuri
 2016
Sebagai Narasumber Tingkat Internasional Acara: Cultural Fiesta di Ma'din Academy Kerala, IndiaTema: Indonesia: A Country of Diversity
14
Risky Ansyari
 2016
Peraih Juara 1 Jagau Pariwisata Di Ajang Pemilihan Jagau dan Nyai Pariwisata Kota Palangka Raya  
Ini adalah salah satu contoh mahasiswa berprestasi IAIN Palangkaraya yang bernama Ahmad Rusda Yanto
Indonesia Youth Teacher Exchange Program (IYTEP) yang diadakan oleh Language Lovers Club (L2C) yang merupakan penggiat kebahasaan dan pengajaran di Luar negri ini kembali mengirimkan perwakilan Indonesia yang kali ini bertandang ke Thailand. Program yang mengirimkan perwakilan dari setiap kampus di Indonesia ini tidak lepas dari pengamatan tim Al-Mumtaz terlebih salah satu perwakilannya membawa nama IAIN Palangka Raya.
Ahmad Rusda Yanto, Mahasiswa prodi Tardis Bahasa Inggris semester 5 ini menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih mewakili IAIN Palangka Raya dalam mengikuti program IYTEP ini. Dalam wawancara tim Al-Mumtas (13/08) Rusda menceritakan sedikit pengalamannya dalam mengikuti program ini. Dalam rentang waktu yang cukup singkat sekitar 25 hari yakni dari tanggal 16 juli-06 Agustus bertempat di Thailand Selatan, yang mana mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah yang telah ditentukan panitia yang terdiri dari ikatan Persatuan Alumni Indonesia-Thailand.
Program yang sekilas terlihat layaknya mahasiswa KKN pada umumnya ini dilakukan dengan proses belajar-mengajar baik dalam jam sekolah seperti pengajaran akademik dan diluar jam sekolah yaitu pengajaran spiritual pada anak. “Sebagai anak Bahasa” kata Rusda “saya mengajarkan pelajaran bahasa pada anak-anak. Dalam program ini, kami dituntut untuk mengajarkan pelajaran seperti kebahasaan dan keagamaan kepada anak-anak. Seperti bahasa Melayu, Indonesia, Arab dan Inggris.” Menurut penuturannya, Mahasiswa yang terikat disini tidak hanya mengajarkan program yang wajib saja tetapi juga segala talenta yang mereka kuasai dapat mereka ajarkan juga.
Tidak hanya itu, mereka juga berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan warga sekitar tempat mereka ditugaskan. Seperti Rusda, yang ditempatkan di daerah Pattani ini, merasa bersahabat dengan lingkungan yang ditempatinya selama kurang lebih 25 hari lamanya. Selain dalam hal kepengajaran di sekolah, mereka juga mengadakan beberapa program di Masjid sekitar, seperti pengajaran Tartil Qur’an, Khatib dan Bilal (khusus laki-laki) dan Tahfidz Qur’an untuk anak-anak.
Dengan adanya program ini, anak-anak merasa senang dengan kehadiran mereka walaupun dalam kurun waktu yang cukup singkat sudah membawa suasana pengajaran yang menarik untuk anak-anak di daerah tersebut. “Dengan berbekal sedikit arahan dari para senior IYTEP, mengingat perbedaan bahasa yang digunakan antara kami yang menggunakan bahasa Melayu-Klantan dan mereka yang menggunakan bahasa Melayu-Pattani membuat kami sedikit kesulitan dalam berkomunikasi.” Tuturnya dalam wawancara kami kali ini.
Sebagaimana yang sering dikatakan dimana ada perjumpaan pasti ada perpisahan, mungkin inilah yang mereka rasakan dengan warga Pattani saat program ini telah berakhir, sedikit rasa sedih pasti akan terasa saat sudah merasa nyaman dengan lingkungan kita, namun bukan berarti hal itu merupakan akhir dari segalanya. Sebagai mahasiswa yang baru menempuh semester 5 pengalaman ini tentu sangat berharga bagi Rusda sendiri. Diakhiri satu pesan dari narasumber kami kali ini, yaitu “untuk semua mahasiswa jangan pernah berhenti untuk bermimpi, karena semua perjalanan kita diawali dengan sebuah mimpi yang akhirnya akan membawa kita pada sebuah perjalanan yang sesungguhnya.

Kamis, 04 Oktober 2018


Gara-gara semakin populernya dunia blogging, banyak orang yang tertarik untuk membuat artikel.
Membuat artikel itu sepertinya gampang…
…tinggal ngetik.
Tapi jangan anggap remeh.
Membuat artikel yang menarik itu tidak mudah.
Apalagi untuk website!
Website beda dengan buku. Saat orang-orang browsing website, mereka biasanya tidak suka baca artikel yang terlalu panjang.
Inilah masalah terbesar dari pemilik website dan blog.
Sudah capek-capek bikin artikel…
Tidak ada yang baca sampai selesai…
Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya…
Akhirnya artikel mereka gagal mendapatkan peringkat di Google. Meskipun sudah belajar yang namanya SEO.
Tapi jangan khawatir, ada solusinya.
Di dalam panduan ini saya akan mengajarkan anda bagaimana cara menulis artikel yang tidak membosankan bagi pengunjung website.
Mari kita mulai.

0. Lupakan SEO

Kalau anda baca di situs-situs lain, katanya supaya website kita banyak yang baca, maka artikelnya harus dioptimasi untuk mesin pencari atau SEO.
Istilahnya “artikel SEO-friendly”.
Sayangnya, konsep ini sudah ketinggalan jaman.
Yang terjadi justru sebaliknya.
Mereka yang mengaplikasikan teknik SEO (jadul) justru gagal, dan mereka yang melupakan SEO ketika menulis artikel justru mendapatkan peringkat tinggi.
Gila kan?
Ini karena mereka yang fokus dengan SEO secara tidak sadar malah membuat artikel untuk mesin.
Artikel yang tidak menarik dibaca oleh manusia.
Oleh karena itu, dalam panduan ini saya mengajak anda untuk melupakan SEO-friendly dan fokus ke “human-friendly”.
Dulu, yang kita anggap sebagai artikel SEO adalah yang seperti ini:
  1. Memiliki keyword density sekian persen
  2. Panjang minimal 300/500 kata
  3. Bold, underline, italic di setiap keyword
  4. Keyword di judul, paragraf pertama, paragraf terakhir
  5. Keyword di meta description
  6. Menggunakan subheader (h2-h6) yang berisi keyword

100 mimpiku tugas matakuliah edupreneurship

Name : Istania Cucu Dewa Noto S  SRN       : 1801121333 Class     : English A Course   : Edupreneurship   100 mimpiku tugas matakuliah edupr...